Kos-Kosan Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Warga Resah dan Desak APH Bertindak



Faktantb. com
(25/3/2025) - Di tengah bulan suci Ramadan 1446H  praktik prostitusi diduga marak di wilayah hukum Demak. Salah satu tempat yang menjadi sorotan adalah sebuah kos-kosan di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi terselubung. Hal itu disampaikan Sultan ke media ini (25/3/2025)

Menurutnya, warga sekitar mulai resah dengan keberadaan kos-kosan ini, yang menerapkan sistem sewa per jam dengan tarif Rp. 30.000. Lebih mencurigakan lagi, kata dia, di tempat tersebut terdapat mucikari yang selalu siap menawarkan wanita penghibur dengan tarif berkisar antara Rp.200.000 hingga Rp.400.000 per layanan.

Sementara itu hasil investigasi tim Media Indonesia Maju menunjukkan bahwa kos-kosan tersebut memang digunakan untuk praktik prostitusi. Para wanita penghibur yang disediakan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari wanita setengah baya hingga yang masih muda.

Masyarakat setempat berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan tempat tersebut. Pasalnya, selain merusak norma sosial dan moral, keberadaan praktik prostitusi ini juga dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif lainnya bagi lingkungan sekitar.

Dikatakan Sultan, warga mendesak aparat hukum untuk segera melakukan razia dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal ini. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian wilayah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan prostitusi di kos-kosan tersebut. (tim)