PPWI Kecam Aksi Kekerasan terhadap Empat Wartawan di Sijunjung



Faktantb.com
(17/3/2025) Sijunjung, Sumatera Barat - Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa empat wartawan di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Kejadian ini terjadi ketika mereka sedang melakukan investigasi terhadap praktek ilegal tambang emas dan BBM subsidi.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyebut kejadian ini sebagai bukti nyata bahwa kebebasan pers di Indonesia masih dalam bayang-bayang kekerasan dan ancaman mafia. "Ini tindakan biadab! Wartawan yang sedang menjalankan tugas malah dirampok, dianiaya, bahkan diperas oleh kelompok mafia tambang dan BBM subsidi," tegas Wilson Lalengke.

PPWI mendesak Kapolri dan jajaran kepolisian di Sumatera Barat untuk segera menangkap pelaku, termasuk oknum pejabat yang diduga terlibat. "Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin wartawan di daerah lain akan mengalami nasib serupa," lanjutnya.

PPWI juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera memberikan perlindungan bagi para korban. "Jangan sampai setelah kejadian ini, mereka malah mendapat ancaman lanjutan karena berani melawan mafia," tambah Wilson Lalengke.

PPWI mengajak seluruh insan pers dan organisasi jurnalis lainnya untuk bersatu menuntut keadilan atas kasus ini. "Hari ini empat wartawan menjadi korban, besok bisa saja kita atau rekan-rekan jurnalis lainnya. Jangan biarkan mafia semakin meraja-lela di negeri ini!" pungkasnya.