Faktantb.com, Praya (28/2/2025) Dalam rangka menyambut Ramadhan 1446 H, Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan menjelang dan selama Ramadhan.
H.M. Muazzim Akbar, S.I.P, dan Nurhadi S.Pd., M.H. dari Komisi IX DPR RI hadir langsung di Pasar Renteng Lombok Tengah untuk memantau ketersediaan pangan. Mereka didampingi oleh BBPOM di Mataram, Kemenkes, BPJS Kesehatan, dan OPD tingkat Provinsi dan Kabupaten Lombok Tengah.
Komisi IX DPR RI meminta Pemerintah Pusat dan Daerah, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bersinergi dalam menjaga keamanan pangan selama Ramadhan. Mereka juga menyampaikan perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman dan sehat.
Dalam kunjungan ini, Tim BBPOM di Mataram melakukan pemeriksaan terhadap 15 sarana toko dan kios di Pasar Renteng. Hasilnya, seluruhnya memenuhi ketentuan, tidak ditemukan sarana yang menjual pangan tanpa izin edar, rusak, atau kedaluarsa.
Namun, dalam uji cepat menggunakan rapid test kit terhadap 27 jenis pangan yang dijual, ditemukan 2 sampel positif mengandung Boraks, yaitu kerupuk tempe dan mie basah. Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan, menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti sampai ke produsennya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Tim menyebarkan brosur terkait Keamanan Pangan, Cek KLIK, BPOM Mobile kepada pedagang dan konsumen di Pasar Renteng. Selain itu, dilakukan edukasi langsung serta display contoh-contoh produk kosmetik, obat bahan alam ilegal, dan pangan mengandung bahan berbahaya. (ms)